KITA ADALAH MILIK ALLAH DAN
AKAN KEMBALI KEPADANYA
(Pengurusan Jenazah, Ta’ziyah, Ziara Kubur,
dan harta Warisan)
KOMPETENSI INTI
KI-1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI-2. Menghargai, dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI-3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI-4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
KOMPETENSI DASAR
1.4 Meyakini setiap orang akan mati
1.5 Menghargai nilai keadilan dalam waris
2.3 Menghayat pelajaran penting bertakziah
2.4 Membiasakan menegakan ketentuan waris
3.5 Memahami ketentuan pengurusan jenazah, (memandikan, mengkafani, menshalati, menguburkan) ta’ziyah dan ziarah kubur
3.6 Memahami ketentuan waris
4.4 Mendemonstrasikan tata cara memandikan dan mengkafani jenazah
4.5 Mendemonstrasikan kaifiah shalat jenazah
Tujuan Pembelajaran dan Indikator Ketuntasan
MATERI POKOK
Hukum mengurus jenazah adalah fardu kifayah, yaitu apabila sudah dikerjakan oleh sebagian dari orang islam yang lain, maka yang lainnya tidak berdosa, akan tetapi apabila tidak seorang pun yang mengerjakan kewajiban tersebut, maka semua orang islam dalam satu kampung atau kawasan tersebut akan berdosa.
Memandikan jenazah adalah membersihkan dan mensucikan tubuh mayat dari segala kotoran dan najis yang melekat dibadanya. Syarat memanikannya adalah jenazah itu muslim atau muslimah, anggota tubuhnya masih ada, dan bukan mati syahid
jenazah yang tidak mungkin dimandikan karena sesuatu hal misalnya terbakar, maka caranya cukup ditayamuni sebagaimana tayamun untuk shalat
Mengafani jenazah adalah membungkus jenazah dengan kain. Kain kafan dibeli dari harta peninggalan mayat. Kain kafan diusahakan warna putih dengan tidak perlu berlebih-lebihan, dan jenazah laki-laki berlapis tiga, sedangkan perempuan 5 lapis.
Shalat jenazah adalah salat yang dikejakan sebanyak 4 kali takbir dalam rangka mendoakan orang muslim yang sudah meninggal. Jenazah yang dishalatkan adalah jenazah yang telah dimandikan dan dikafankan
Syarat shalat jenazah sebagai berikut: menutup aurat, suci dari hadas besar dan kecil. bersih badan, pakaian, dan tempat dari najis, menghadap kiblat, jenazah telah dimandikan dan dikafankan.
Rukun salat jenazah adalah niat, takbir empat kali, membaca fatihah, membaca sholawat atas Nabi, berdiri bagi yang mampu, mendoakan mayat, dan memberi salam
Larangan yang berhubungan dengan penguburan jenazah, di antaranya adalah menembok kubur secara berlebihan, duduk dan bermain di atasnya, mendirikan bangunan rumah, menjadikan kuburan sebagai masjid, membongkar kubur tanpa ada keperluan, dan sebagainya
Ta’ziyah menurut bahasa adalah menghibur, sedangkan menurut istilah adalah mengunjungi keluarga yang meninggal dan menghiburnya dengan menganjurkan supaya mereka bersabar terhadap taqdir Allah dan mengharapkan pahala dariNya. Waktu ta’ziyah, dimulai ketika terjadinya kematian, baik sebelum dan setelah mayat dikubur, sehingga hilang dan terlupakan kesedihan mereka.
Ziarah kubur adalah mengunjungi kuburan dengan maksud untuk mengambil pelajaran yang terkait dengan kematian dan kehidupan akhirat, dan mendoakannya supaya dosa-dosa mereka diampuni oleh Allah swt
Syari’at waris diturunkan untuk memberikan pengaturan bagi manusia danmemberikan rasa adil. Diantara tujuan adalah kewajiban dan hak keluarga mayit teratur dan dihormati, menghindari perselisihan antar ahli waris atau keluargamayit yang ditinggalkan, dan terjaganya harta warisan hingga sampai kepada individu yang berhak menerima harta warisan
PROSES PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Pendahuluan
Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
Guru memotivasi peserta didik dengan kegiatan yang ringan dengan melakukan kegiatan ringan, seperti cerita motivasi, senam otak atau bersalawat.
Guru memberikan informasi tentang tujuan dan manfaat mempelajari seputar mengurus jenazah
Guru dapat memakai beberapa alternatif media/alat peraga/alat bantu, dapat berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca), atau dapat juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
Guru menggunakan metode diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.
2. Kegiatan Inti
Guru meminta peserta didik mengamati gambar yang berkaitan dengan materi pinjam meminjam, utang piutang, dan upah Kegiatan mengamati
Guru meminta peserta didik mengangkat tangan sebelum mengeluarkan pendapatnya.
Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan gambarnya. Dan peserta lain mendengarkan.
Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang berbicara.
Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukaan peserta didik tentang hasil pengamatannya
Lalu guru memotivasi peserta didik untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan setelah mendengarkan pendapat temanya dan penguatan dari guru serta menghubungkannya dengan pemahaman pengurusan jenazah, ziarah kubur, ta’ziyah dan pembagian harta warisan. Beberapa contoh yang bisa menjadi acuan pertanyaan Kegiatan menannya
Catatan:
Guru harus bisa mendorong peserta didik untuk kritis dan memiliki pertanyaan-pertanyaan sebanyak mungkin dan tidak perlu mengomentarinya.
Peserta didik mengungkapkan pertanyaan-pertanyaannya lewat lisan.
Guru bisa meminta salah satu peserta didik untuk menulis semua pertanyaan-pertanyaan tersebut di papan tulis atau bisa ditulis di kertas.
Guru menjelaskan beberapa poin yang diramu dari beberapa poin pertanyaan siswa sebelumnya, Kegiatan menbaca
Atau guru memberi tugas siswa secara berkelompok untuk membaca dan memahami hasil bacaan yang ditentukan. Lalu secara bergiliran menjelaskan hasil bacaan masing-masing temannya yang lain secara bergantian
Guru meminta peserta didik tetap bersama kelompoknya. Kegiatan menganalisa
Guru membagi pertanyaan-pertanyaan ke tiap kelompok.
Tiap kelompok mendapat tugas satu pertanyaan.
Guru memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikannya. Tiap kelompok mencatat hasil diskusinya di kertas (guru bisa mengembangkan dengan kertas ukuran besar). Tiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara singkat.
Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang materi tersebut.
Guru membimbing peserta didik untuk membaca kisah Jenazah Menjadi Babi Hutan Kegiatan Memotivasi
Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hikmah dari kisah/ cerita tersebut
Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap kisah tersebut.
Guru memotivasi dengan meminta peserta didik betul-betul memperhatikan tentang materi pengurusan jenazah ini, agar dia siap apabila ibuthkan masyarakat.
Untuk memperkuat pemahaman peserta didik, setiap kelompok mensimulasikan pelaksanaan memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah, Kegiatan mempratekkan
Setiap kelompok terlebih dahulu berkumpul untuk menentukkan dan menperjelas langka-langka yang akan dilaksanakannya dalam memandikan jeazah, mengafani, dan menyalatkan jenazah
Kelompok lain mengevaluasi dan mengomentari simulasi jenazah, ziarah kubur, ta’ziyah dan pembagian harta warisan
Guru memberi penguatan dari simulasi pengurusan jenazah, ziarah kubur, ta’ziyah dan pembagian harta warisan
Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman. Kegiatan Merangkum
3. Kegiatan Penutup
Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja siswa
Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur.
Bersama-sama menutup pelajaran dengan berdoa
PENILAIAN
Guru melakukan penilaian terhadap peserta didik dalam kegiatan sebagai berikut:
Penilaian sikap dalam mengikuti diskusi:
Aspek dan rubrik penilaian.
1. Kejelasan dan kedalaman informasi.
Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna, skor 1.33
Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan kurang sempurna, skor 1.20
Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap, skor 1.10
2. Keaktifan dalam diskusi.
Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi skor 1.33
Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi skor 1.20
Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi skor 1.10
3. Kejelasan dan kerapian presentasi.
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi, skor 1.33
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 1.25
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi, skor 1.20
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan kurang jelas dan tidak rapi, skor 1.10
Penilaian Mempratekkan
Contoh format penilaian unjuk kerja: memanikan jenazah atau mengafani atau menyalatkan
S T = Skor 4
T = Skor 3
K T = Skor 2
T T = Skor 1
Nilai = Jumlah nilai skor yang diperoleh x 100
Jumlah skor maksimal
Penilaian Sikap Diri
skor penilaiannya:
Ya : skor 5
Tidak: skor 0
Nilai = Jumlah nilai skor yang diperoleh x 100
Jumlah skor maksimal
c. Pedoman penskoran
Sangat setuju : skor 4.
Setuju : skor 3. Ragu-ragu: skor 2.
Tidak setuju: skor 1.
Nilai = Jumlah nilai skor yang diperoleh x 100
Jumlah skor maksimal
Penilaian Soal Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang paling benar di antara a, b, c dan d pada pertanyaan di bawah ini!
1. Jika tetangga kita ada yang meninggal dunia, maka yang perlu kita lakukan adalah ….
a. ta’ziah
b. ziarah
c. silaturrahmi
d. menghindari rumahnya
2. Mengurus jenazah orang muslim, bagi orang Islam hukumnya ….
a. mubah
b. fardhu ain
c. sunah muakad
d. fardhu kifayah
3. Kewajiban pertama seorang muslim terhadap saudaranya yang telah meninggal dunia adalah ….
a. menyalatkan
b. memandikan
c. menguburkan
d. membacakan surat yasin
4. Jenazah agar diletakkan di tempat yang terlindungi dari panas matahari, hujan ataupun penglihatan umum merupakan adab ....
a. menyalatkan jenazah
b. memandikan jenazah
c. mengubur jenazah
d. mengafani jenazah
5. Orang yang tidak berhak memandikan jenazah perempuan adalah ….
a. suami
b. imam masjid
c. anak perempuan
d. adik perempuan
6. Kain kafan bagi jenazah laki-laki terdiri dari ....
a. dua lapis
b. tiga lapis
c. lima lapis
d. tujuh lapis
7. Shalat jenazah terdiri dari ….
a. dua rakaat
b. tiga rekaat
c. dua takbir
d. empat takbir
8. Hal yang tidak termasuk kewajiban ahli waris terhadap harta peninggalan yang harus diselesaikan adalah ….
a. melunasi hutang
b. membayar zakat
c. melaksanakan wasiat
d. mengumpulkan warisan
9. Mengunjungi keluarga yang tertimpa musibah kematian disebut ….
a. ta’ziah
b. silaturrahmi
c. ziarah kubur
d. bela sungkawa
10. Melaksanakan takziah hukumnya ….
a. mubah
b. sunnah
c. haram
d. wajib
Kunci jawaban:
1. a 6. c
2. d 7. d
3. b 8. d
4. b 9. a
5. b 10. b
Penilaian Soal Uraian
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar !
Sebutkan syarat jenazah yang akan dimandikan
Jelaskan tatacara tayamum sebagai pengganti memandikan jenazah yang tiak mungkin dimandikan!
Jelaskan tata cara mengafani jenazah!
Sebutkan syarat dan rukun shalat jenazah!
Jelaskan tentang hikmah melakukan ziarah kubur!
Kunci jawaban
Syarat jenazah yang akan dimandikan adalah sebagai berikut:
Jenazah itu orang muslim atau muslimah.
Badannya, anggota badannya masih ada sekalipun hanya sedikit atau sebagian saja.
Keadaan jasatnya masih utuh (belum rusak karena kematiannya sudah terlalu lama)
Jenazah itu bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela islam). Karena orang yang mati syahid seperti ini tidak boleh dimandikan. Hal sesuai dengan sabda Nabi saw:
Tata caranya sebagai berikut:
Tebahkan tangan di dinding atau tanah yang bersih, kemudian diusapkan pada muka dan kedua ujung tangan sampai pergelangan
Bagi wanita yang meninggal yang dilingkungan laki-laki atau laki-laki meninggal di kalangan perempuan, sedangkan orang yang sejenis tidak ada, maka cukup ditayamumkan juga. Orang yang menayamumkan wajib menggunakan kain pelapis beruapa kaus tangan.
Tata cara mengkafani jenazah adalah sebagai berikut:
Membentangkan kain-kain kafan yang telah disediakan sebelumnya sehelai demi sehelai.
Kemudian menaburinya dengan wangi-wangian, lembaran yang paling bawah hendaknya dibuat lebih lebar dan halus. Dibawah kain itu, sebelumnya, telah dibentangkan tali pengikat sebanyak lima helai yaitu masing-masing pada arah kepala, dada, punggung lutut dan tumit.
Setelah itu, secara perlahan-lahan mayat diletakkan diatas kain-kain tersebut dalam posisi membujur, kalau mungkin menaburi tubuhnya lagi dengan wangi-wangian.
Semua rongga badan yang terbuka, yaitu kedua matanya, dua lubang hidungnya, mulutnya, dua lubang telinga, anggota sujud, lipatan-lipatan badan seperti: ketiak, lutut bagian belakang dan pusar ditutup dengan kapas yang telah diberi wangi-wangian pula.
Kedua tangan mayat itu diletakkan diatas dadanya, tangan kanan diatas tangan kiri, persis seperti orang yang bersedekap dalam salat.
Selanjutnya menyelimutkan kain kafan dengan cara bagian kiri kain kafan pertama dilipatkan kearah kiri tubuh mayit. Demikian halnya pada lembar kain selanjutnya.
Sisa (panjang) kafan di bagian kepala dijadikan lebih banyak daripada di bagian kaki. Lalu sisa panjang kafan di bagian kepala tadi dikumpulkan dan dilipatkan ke arah depan wajah. Demikian pula sisa panjang kain bagian kaki dikumpulkan lalu dilipatkan ke arah depan kaki
Mayat laki-laki biasanya memakai tiga lapis kain kafan tanpa baju dan tanpa tutp kepala.
Jika semua kain kafan telah membalut jasad jenazah, baru diikat dengan tali-tali yang telah disiapkan di bawahnya.
Syarat shalat jenazah sebagai berikut:
Menutup aurat.
Suci dari hadas besar dan kecil.
Bersih badan, pakaian, dan tempat dari najis.
Menghadap kiblat.
Jenazah telah dimandikan dan dikafankan.
Letak jenazah di sebelah kiblat orang yang mensalatkan kecuali salat gaib.
Sedangkan rukun salat jenazah adalah:
Niat. e. Membaca sholawat atas nabi.
Berdiri bagi yang mampu. f. Mendoakan mayat.
Takbir empat kali. g. Memberi salam.
Membaca surah Al-Fatihah.
Adab ta’ziah
Orang yang mendengar musibah kematian hendaknya mengucapkan: Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan kepada Nya kami akan kembali”
Hendaknya memakai yang sopan, rapi atau pakaian yang menunjukkan tanda belasungkawa. Di rumah duka, harus menjaga sikap dengan tidak tertawa dan berbicara keras
Disunnahkan untuk membuat makanan bagi keluarga mayit, karena mereka sibuk dengan musibah yang menimpanya.
Orang yang berta’ziah dianjurkan untuk ikut shalat jenazah dan ikut mengantar ke kuburan
Diperbolehkan menangis, tetapi tidak dalam bentuk meratap-ratap (Nihaya). Karena Rasulullah saw menangis ketika Ibrahim, putra Beliau meninggal dunia
Tidak diperbolehkan mencela orang yang sudah meninggal dunia.
Pedoman penskoran soal uraian
Penilaian Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
Buatlah tulisan ilmiah secara berkelompok terkait dengan salah satu materi (pinjam meminjam, utang piutang, dan gadai), mulailah dengan menginventaris permasalahan yang kalian temukan (misalnya: apakah sistem pegadaian yang berlaku di daerah kita sudah sesuai engan syariat Islam, dan sebagainya). Kalian bisa konsultasi dengan guru pembimbing yang ditunjuk
Nama siswa/kelompok: ……………… Guru Pembimbing: …………
Pedoman Penskoran
1. Latar belakang masalah
Kriteria:
4 jika menunjukkan pentingnya/aktualnya masalah
3 jika masalah yang diajukan kurang aktual/kurang penting
2 jika masalah yang diajukan tidak aktual/tidak penting
1 jika permasalahan tidak perlu dipecahkan lagi
2. Rumusan masalah
Kriteria:
4 jika dirumuskan dengan jelas dan spesifik
3 jika dirumuskan dengan jelas tetapi tidak spesifik
2 jika dirumuskan dengan kurang jelas dan tidak spesifik
1 jika tidak dapat dikategorikan sebagai rumusan masalah
3. Perumusan tujuan penulisan
Kriteria:
4 jika relevan dengan permasalahannya dan perumusannya jelas
3 jika relevan dengan permasalahannya tetapi perumusannya kurang jelas
2 jika kurang relevan dengan permasalahannya
1 jika tidak dirumuskan
4. Perumusan manfaat penulisan
Kriteria:
4 jika dirumuskan dengan jelas baik dari segi untuk pengembangan ilmu atau untuk kepentingan praktis
3 jika menunjukkan manfaat dari segi pengembangan ilmu atau untuk kepentingan praktis tetapi perumusannya kurang jelas
2 jika tidak menunjukkan manfaat dari segi pengembangan ilmu atau untuk kepentingan praktis
1 jika tidak dirumuskan
5. Kajian pustaka
Kriteria:
4 jika relevan dengan permasalahannya dan memuat seluruh aspek (teori/hasil penelitian yang ada) secara lengkap
3 jika relevan dengan permasalahannya tetapi tidak memuat seluruh aspek
2 jika kurang relevan dengan permasalahannya
1 jika tidak ada kajian pustaka
6. Pembahasan
Kriteria:
4 jika mampu menunjukkan analisis hubungan antar aspek dan disertai dengan teori yang mendukungnya secara lengkap
3 jika mampu menunjukkan analisis hubungan antar aspek tetapi kurang disertai dengan teori yang mendukungnya secara lengkap
2 jika tidak mampu menunjukkan analisis hubungan antar aspek kurang disertai dengan teori yang mendukungnya secara lengkap
1 pembahasan tidak jelas arahnya
7. Simpulan
Kriteria:
4 jika relevan dengan permasalahan dan hasil pembahasannya
3 jika kurang relevan dengan permasalahan atau hasil pembahasannya
2 jika tidak relevan dengan permasalahan maupun hasil pembahasannya
1 jika tidak ada simpulannya
.
Saran:
Guru harus kreatif mengembangkan soal berikut rubrik dan penskorannya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan mengikuti langkah-langkah yang ada.
PENGAYAAN
Berilah tugas tambahan kepada siswa yang sudah menguasai materi untuk menghafalkan dalil pengurusan jenazah, ta’ziah, ziarah kubur dan harta warisan, sekaligus menerangkan isi kandungannya di depan kelas
REMEIAL
Berilah tugas kepada siswa yang belum menguasai materi untuk mempelajari materi tentang ketentuan pengurusan jenazah, ta’ziah, ziarah kubur dan harta warisan kepada teman atau kepada guru diluar kelas atau dirumah, dan tagihlah siswa tersebut untuk menerangkan materi yang diminta oleh guru pada pertemuan berikutnya Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan contoh: pada saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran (30 menit setelah jam pelajaran selesai)
INTERAKSI GURU DENGAN ORANG TUA
Guru meminta peserta didik dengan mengunakan buku penghubung kepada orang tua yang berisi tentang perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran atau berkomunikasi langsung baik langsung, maupun memalui telepon, tentang perkembangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar