BAB 1
“Sucikanlah lahir dan batinmu, gapailah cinta Tuhan-Mu”
(KETENTUAN TAHARAH)
A. Kompetensi Inti (KI)
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar (KD)
C. Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran
D. Materi Pokok
Thaharah berasal dari kata bahasa Arab yang berarti bersih atau bersuci. Sedangkan menurut istilah ialah suatu kegiatan bersuci dari najis dan hadas sehingga seseorang diperbolehkan untuk beribadah yang dituntut harus dalam keadaan suci.
Dalil-dalil yang menganjurkan supaya kita untuk bersuci antara lain “Dan pakaianmu bersihkanlah dan tinggalkanlah perbuatan dosa” (Q.S. Al-Muddatsir : 4-5) dan “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri” (Q.S. Al-Baqarah : 222) “Kebersihan itu sebagian dari iman” (H.R Muslim dan Abu Said Al-Khudri)
Najis berasal dari bahasa Arab yang artinya kotor, sedangkan menurut istilah adalah suatu benda yang kotor yang mencegah sahnya mengerjakan suatu ibadah yang dituntut harus dalam keadaan suci.
Kata hadas berasal dari bahasa Arab yang artinya suatu peristiwa, atau tidak suci atau kotoran. Sedangkan dalam istilah adalah keadaan tidak suci bagi seseorang sehingga menjadikannya tidak sah dalam melakukan ibadah
Macam-Macam Najis dan Tata Cara Thaharahnya: najis mukhaffafah, najis mutawasitah (najis hukmiyah dan najis ‘ainiyah), dan najis mughalazah.
Macam-Macam Hadas, penyebabnya, dan Cara Bersuci dari Hadas:hadats besar dan hadats kecil
Alat-alat yang dipergunakan dalam bersuci terdiri dari dua macam yaitu air dan bukan air seperti batu. Ditinjau dari segi hukumnya, air terbagi menjadi empat macam: Air Mutlak atau Thair Muthahir (suci mensucikan), Air Makruh yaitu air musyammas, Air musta’mal atau Thair Gairu Muthahir (Suci Tidak Menyucikan), dan Air Mutanajjis atau Air Bernajis
Istinja’ menurut bahasa terlepas atau selamat. Sedangkan istinja’ menurut istilah adalah bersuci sesudah buang air besar atau buang air kecil. Beristinja dengan air, dan apabila tidak ada air, maka boleh dengan benda padat seperti batu, daun, kayu, kertas, dan sebagainya
Adab Buang Air : Mendahulukan kaki kiri pada waktu masuk WC, Pada waktu masuk dan keluar WC membaca doa, mendahulukan kaki kanan waktu keluar WC, istinja hendaknya menggunakan tangan kiri, dan sebagainya
Hal-Hal Yang dilarang Sewaktu Buang Air: bercakap-cakap sewaktu buang air kecuali terpaksa, menghadap Kiblat atau membelakanginya, membaca ayat Al-Quran, serta tidak buang air di tempat terbuka, di air yang tenang, di lubang-lubang, di tempat yang mengganggu orang lain, dan sebagainya
Tata cara berwudhu sebagai berikut niat, tasmiyah (membaca Basmallah), membasuh kedua telapak tangan, madmadhah (berkumur-kumur), Istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung dengan menghirupnya) dan istinsyar (mengeluarkan air dari hidung), membasuh wajah, membasuh kedua tangan sampai ke siku, mengusap kepala seluruhnya termasuk telinga, at-Tartib, al Muwaalaat (berkesinambungan dalam berwudhu sampai selesai tidak terhenti atau terputus), dan membaca doa sesudah berwudhu
Tata cara mandi Wajib sebagai berikut: mengucapkan bismillah, dan berniat untuk menghilangkan hadast besar, dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan sampai pergelangan tangan, membersihkan kemaluannya, dan kotoran yang ada di sekitarnya, setelah itu berwudlu ‘sebagaimana cara berwudlu’ untuk shalat, kemudian mengguyurkan air di mulai dari pundak kanan terus ke kepala dan seluruh tubuh dan menyilang-nyilangkan air dengan jari tangan ke sela-sela rambut kepala dan rambut jenggot dan kumis serta rambut mana saja di tubuh kita sehingga air itu rata mengenai seluruh tubuh, dan seterusnya
Tatat cara bertayamum adalah Membaca basamalah dan berniat, menepuk kedua telapak tangan ke permukaan tanah, meniup kedua telapak tangan, lalu mengusap wajah dan kedua tangan hingga pergelangan, tertib dalam tayammum, dan al-muwalaah
Tata cara beristinja: membasuh qubul, dubur dengan air sampai bersih, membasuh dan membersihkan tempat keluar kotoran air besar atau air kecil dengan batu atau dengan benda kasat lainnya sampai bersih sekurang-kurangnya tiga kali, najis yang jatuh di atas benda yang padat, cukup dengan membuangnya dan benda yang berada di sekitarnya. Adapun benda yang terdapat bekas minum anjing, harus dicuci sebanyak tujuh kali dan salah satunya dengan debu
E. Proses Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
Guru memeriksa kebersihan kelas
Guru memeriksa kehadiran siswa, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
Guru memotivasi peserta didik dengan kegiatan yang ringan seperti cerita motivasi, senam otak atau bersalawat
Guru memberikan informasi tentang tujuan dan manfaat mempelajari seputar ketentuan thaharah.
Guru dapat memakai beberapa alternatif media/alat peraga/alat bantu, dapat berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca), atau dapat juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.
2. Kegiatan Inti
Guru meminta peserta didik untuk mengamati ilustrasi (kolom mengamati ilustrasi), yang terdiri terdiri 3 gambar.
Peserta didik mengemukakan isi gambar tersebut dengan bimbingan guru
Peserta didik mengemukakan pertanyaan terkait ilustrasi yang diamati
Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang isi ilustrasi/gambar tersebut. Yaitu Gambar 1 tentang seorang mandi, gambar 2 tentang seseorang bertayamum, gambar 3 tentang seseorang berwudhu
Peserta didik mencari informasi terkait materi ketentuan thaharah melalui bacaan dalam buku siswa ataupun sumber lainnya untuk menemukan jawaban dari pertanyaan yang dikemukakan sebelumnya
Peserta didik dibagi menjadi 4-5 siswa per kelompok, mendiskusikan hal-hal berikut dengan saling menghargai pendapat teman
Peserta didik secara bergantian menyampaikan hasil diskusi, sedangkan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan tanggapan
Searah jarum jam tiap kelompok bergeser menilai hasil kelompok lain dari segi ketepatan jawaban, banyaknya/ kelengkapan contoh, dan kejujuran pendapat/ tidak mencontek!
Guru meminta setiap kelompok memberikan penghargaan pada kelompok yang paling baik hasilnya.
Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang materi tersebut.
Guru menyampaikan gambaran teknis tentang tata cara bersuci dari najis, tata cara wudhu, tata cara mandi, tata cara tayamum, dan tata cara istinja.
Peserta didik secara bergantian mempraktikkan tata cara bersuci najis dan hadas sesuai dengan ketentuan dalam syari’at sedangkan peserta didik yang lainnya memperhatikan.
Guru membimbing peserta didik untuk membaca kisah/cerita tentang adzab bagi yang sampai bersih ketika bersuci dalam “kolom motivasi”.
Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hikmah dari kisah/cerita tersebut
Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap kisah tersebut.
Guru meminta peserta didik mempraktekkan cara bewudhu dengan benar
Guru bersama-sama dengan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai kolom “rangkuman” dalam buku teks siswa.
Peserta didik melakssanakan uji kompetensi atas bimbingan guru
3. Kegiatan Penutup
Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Guru memberi apresiasi terhadap hasil kerja siswa
Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas tidak terstruktur.
Sebelum berdoa, guru mengingatkan peserta didik untuk benar-benar menjaga kebersihan dalam kehsebagai implementasi dari ketendtuan thaharah dalam kehidupan sehari-hari
Bersama-sama menutup pelajaran dengan berdoa
F. Penilaian
Guru melakukan penilaian terhadap peserta didik dalam kegiatan sebagai berikut:
1. Penilaian sikap dalam mengikuti diskusi:
Aspek dan rubrik penilaian.
1. Kejelasan dan kedalaman informasi.
Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna, skor 30.
Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan kurang sempurna, skor 20.
Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap, skor 10.
2. Keaktifan dalam diskusi.
Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi skor 30.
Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi skor 20.
Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi skor 10.
3. Kejelasan dan kerapian presentasi.
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi, skor 40.
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 30. c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi, skor 20.
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan kurang jelas dan tidak rapi, skor 10.
2. Penilaian Mempratekkan Tatacara Bersuci.
Contoh format penilaian unjuk kerja: Praktik Wudhu dan tayamum
Aspek yang dinilai:
1. Niat wudhu dan tayamum Skor 30.
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan niat dengan lancar dan tartil, skor 30.
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan niat dengan lancar dan tidak tartil, skor 20.
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan niat tidak lancar, skor 10.
2. Gerakan wudhu dan tayamum Skor 20
Jika peserta didik dapat melakukan gerakan dengan sempurna, skor 20.
Jika peserta didik dapat melakukan gerakan kurang sempurna, skor 10.
3. Doa sesudah wudhu dan tayamum skor 30
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan doa sesudah dengan lancar dan tartil, skor 30.
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan doa sesudah dengan lancar dan tidak tartil, skor 20.
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan doa sesudah tidak lancar, skor 10.
4. Tertib wudhu dan tayamum Skor 30
Jika peserta didik melaksanakan praktik dengan tertib, skor 20.
Jika peserta didik melaksanakan praktik tidak tertib, skor 10.
3. Penilaian pengamatan.
Perintah: Berikanlah ceklis pada kolom yang tersedia sesuai dengan kondisi kalian!
skor penilaiannya:
Ya : skor 5. Tidak: skor 0.
Nilai = Jumlah nilai skor yang diperoleh x 100
Jumlah skor maksimal
4. Penilaian Kognitif 1
Skor nilai:
Apabila peserta didik bisa menyebutkan jenis hadasnya, lengkap dengan cara membersihkannya, skor 2.
Apabila peserta peserta didik bisa menyebutkan satu contoh hadas, dan tidak dilengkapi dengan cara membersihkannya, skor 1.
Nilai = Skor yang diperoleh x 100
Skor maksimal
5. Penilaian kognitif 2
a) A Apabila peserta didik bisa menyebutkan jenis hadasnya, lengkap dengan cara membersihkannya, skor 2.
Apabila peserta peserta didik bisa menyebutkan satu contoh hadas, dan tidak dilengkapi dengan cara membersihkannya, skor 1.
Nilai = Skor yang diperoleh x 100
Skor maksimal
6. Pilihan Ganda
Kebersihan adalah sebagian dari ….
Iman
Islam
Taqwa
Ihsan
Menyucikan diri dari hadats dan najis ketika akan mengerjakan ibadah ….
Tayamum
Thaharah
Wudhu
Istinja’
“Allah menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang menyucikan diri”. Arti firman Allah ini tercantum dalam surat ….
Al-Baqarah ayat 222
An-Nahl ayat 5
Al-Maidah ayat 6
Al-Muddatsir ayat 4
Air hangat akibat terkena sinar matahari….
Mutlak
Mutanajjis
Musyammas
Musta’mal
Yang termasuk najis mughaladzah ialah ….
Muntah
Darah
Air basi
Anjingnya liar
Suatu najis yang cara menyucikannya cukup dipercikan dengan air disebut najis ….
Mugalazah
Mutawassitoh
Mukhaffafah
Hukmiyah
Air yang suci akan tetapi tidak dapat untuk menyucikan berikut adalah ….
Mutanajis
Makruh
Thahir muthahir
Thair ghairu muthahir
Buang air di pinggir jalan umum hukumnya
Sunah
Haram
Makruh
Mubah
Yang mewajibkan mandi wajib antara lain adalah ….
Mimpi basah
Tidur nyenyak
Makan besar
Buang air besar
Darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan disebut ….
Haid
Wiladah
Nifas
Mani
Skor: Pilihan ganda= jumlah jawaban benar x 1 (maksimal 10 x1 = 10)
7. Uraian
Jelaskan pengertian thaharah !
Sebutkan macam najis beserta dengan contohnya!
Jelaskan tiga macam najis dan cara membersihkannya !
Tulislah hal-hal apa sajakah yang menyebabkan seseorang berhadas besar ?
Sebutkan adab-adab bung air!
Rubrik Penilaian:
Nilai : Jumlah skor yang diperoleh (pilihan ganda dan uraian) x 100
90
8. Tugas
Skor penilaian sebagai berikut.
a. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya tepat pada waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 100.
b. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 90.
c. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya sedikit ada kekurangan, 80.
Nilai akhir yang diperoleh oleh peserta didik adalah sebagai berikut.
a. Jumlah skor nilai pada kolom praktik x 40%.
b. Jumlah nilai rata- rata dari kolom “Ayo berlatih” kolom 1, kolom 2, pilihan ganda/
uraian serta tugas x 30 %.
c. Jumlah nilai pada kolom diskusi dan kolom x 30 %.
Nilai akhir = rata-rata nilai a + nilai b + nilai c
3
Kunci jawaban:
1. Penilaian sikap dalam mengikuti diskusi :kebijaksanaan guru
2. Penilaian Mempratekkan Tatacara Bersuci : kebijaksanaan guru
3. Penilaian pengamatan. : kebijaksanaan guru
4. Penilaian kognitif 1: kebijaksanaan guru
5. Penilaian kognitif 2: kebijaksanaan guru
6. Kunci Jawaban Pilihan ganda
A
B
A
C
D
C
D
B
A
C
7. Kunci Jawaban Uraian
Najis berasal dari bahasa Arab yang artinya kotor, sedangkan menurut istilah adalah suatu benda yang kotor yang mencegah sahnya mengerjakan suatu ibadah yang dituntut harus dalam keadaan suci.
Najis mukhaffafah adalah najis yang ringan, seperti kencing bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum,n apa pun, kecuali air susu ibu. Najis mutawasitah ada- lah najis pertengahan. Contoh najis jenis ini adalah darah, nanah, air seni, tinja, dan bangkai binatang. Najis mugh±la§ah adalah najis yang berat. Najis ini bersumber dari anjing dan babi.
Berwudhu, dan apabila tidak ada air, maka dengan tayamum
Berhubungan suami istri (setubuh), keluar mani, haid (menstruasi), melahirkan, nifas, dan meninggal dunia.
Adab buang air, di antaranya adalah
Mendahulukan kaki kiri pada waktu masuk WC
Pada waktu masuk WC membaca doa
Mendahulukan kaki kanan waktu keluar WC
Pada waktu buang air hendaknya memakai alas kaki
Istinja hendaknya menggunakan tangan kiri
. Tugas (Kebijakan guru)
Saran:
Guru harus kreatif mengembangkan soal berikut rubrik dan penskorannya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan mengikuti langkah-langkah yang ada di Bab 1 nomor 5 poin catatan.
G Pengayaan
Peserta didik yang sudah menguasai materi mengerjakan soal pengayaan yang telah disiapkan oleh guru berupa makna dari wudu. (Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan).
H. Remedial
Peserta didik yang belum menguasai materi akan dijelaskan kembali oleh guru materi tentang Iman kepada Allah Swt. Guru akan melakukan penilaian kembali (lihat poins 5) dengan soal yang sejenis. Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan contoh: pada saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran (30 menit setelah jam pelajaran selesai).
I. Interaksi Guru Dengan Orang Tua
Guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “Uji Kompetensi” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf. Cara lainnya dapat juga dengan mengunakan buku penghubung kepada orang tua yang berisi tentang perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran atau berkomunikasi langsung baik langsung, maupun memalui telepon, tentang perkembangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar