Kompetensi Inti (KI)
Kompetensi Inti (KI)
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Materi Pokok
Pengertian shalat sunnah adalah semua shalat selain shalat fardhu yang lima waktu dimana jika kita menunaikannya akan mendapat ganjaran sedangkan jika tidak dilaksanakan tidak mendapat dosa.
Salat sunnah muakkad merupakan salat sunah yang sangat dikuatkan (selalu dikerjakan) Rasulullah SAW. Salat sunnah muakkad merupakan salat yang betul-betul dianjurkan untuk dikerjakan bagi umat Islam sebagaimana Nabi juga melakukannya.
Salat Sunnah Muakkad terdiri dari beberapa macam, diantaranya : Salat sunnah rawatib muakkad, salat sunnah malam (salat tarawih, salat tahajud, salat witir), salat idain, (salat idul fitri dan salat idul adha), salat sunnah tahiyatul masjid.
Salat sunnah ghoiru muakkad yaitu salat sunnah yang tidak dikuatkan (kadang-kadang dikerjakan Rasulullah SAW, kadang-kadang tidak dikerjakan).
Salat Sunnah Gairu Muakkad terdiri dari beberapa macam, diantaranya: Salat Sunnah Rawatib Gairu Muakkad, Salat istisqa’ (mohon hujan), Salat khusuf/kusuf (salat gerhana), Salat sunnah karena gempa bumi, Salat istikharah dan lain-lain
D. Proses Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
Guru memotivasi peserta didik dengan kegiatan yang ringan dengan melakukan kegiatan ringan, seperti cerita motivasi, senam otak atau bersalawat.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Guru mengajukan pertanyaan secara komunikatif materi sebelumnya dan mengaitkan dengan materi ketentuan salat sunnah.
Guru dapat memakai beberapa alternatif media/alat peraga/alat bantu, dapat berupa tulisan manual di papan tulis, kertas karton (tulisan yang besar dan mudah dilihat/dibaca), atau dapat juga menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
Guru memberikan informasi tentang tujuan dan manfaat mempelajari seputar salat sunnah.
Guru menggunakan metode diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.
2. Kegiatan Inti
Peserta didik mengamati gambar/ilustrasi orang yang sedang melaksanakan salat di lapangan, orang yang sedang salat di malam hari, orang sedang sujud, orang yang sedang salat idul adha di masjid, dan dua orang yang sedang salat tahiyatul masjid (kolom mengamati gambar), yang terdiri terdiri 5 gambar.
Peserta didik mengemukakan isi gambar tersebut dengan bimbingan guru
Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang isi gambar tersebut. Yaitu Gambar 1 tentang orang sedang melaksanakan salat idul fitri di lapangan, gambar 2 orang sedang salat malam, gambar 3 orang sedang melaksanakan sujud, gambar 4 orang yang sedang melaksanakan salat idul adha di masjid, dan gambar 5 orang yang sedang melaksnakan salat tahiyatul masjid.
Peserta didik menyimak penjelasan guru atau mencermati gambar atau tayangan visual/film tentang ketentuan salat sunnah secara klasikal atau individual.
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan tugas untuk berdiskusi sesuai dengan tema yang telah ditentukan, yaitu tema yang berhubungan dengan salat sunnah.
Peserta didik secara bergantian menyampaikan hasil diskusi, sedangkan kelompok lainnya memperhatikan/menyimak dan memberikan tanggapan.
Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukakan peserta didik tentang materi tersebut.
Guru menyampaikan gambaran teknis tentang tata cara salat sunnah muakkad dan salat sunnah ghoiru muakkad.
Peserta didik secara bergantian mempraktikkan tata cara salat sunnah muakkad dan salat sunnah ghoiru muakkad sesuai dengan ketentuan dalam syari’at se- dangkan peserta didik yang lainnya memperhatikan.
Guru membimbing peserta didik untuk membaca kisah/cerita tentang bekal hidup manusia.
Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hikmah dari kisah/ cerita tentang bekal hidup
Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap kisah tersebut.
3. Kegiatan Penutup
Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman.
Guru membimbing peserta didik untuk menyebutkan macam-macam salat sunnah muakkad dan salat sunnah ghoiru muakkad
Meminta peserta didik untuk mengerjakan soal bagian pilihan ganda dan uraian.
Membimbing peserta didik untuk mengamati dirinya sendiri tentang pe- rilaku-perilaku yang mencerminkan orang yang meneladani sifat tersebut di lingkungannya (Kolom tugas).
F. Penilaian
Guru melakukan penilaian terhadap peserta didik dalam kegiatan sebagai berikut:
1. Penilaian sikap dalam mengikuti diskusi:
Aspek dan rubrik penilaian.
a. Kejelasan dan kedalaman informasi.
Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna tentang salat sunnah muakkad dan salat sunnah ghoiru muakkad, skor 30.
Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan kurang sempurna tentang salat sunnah muakkad dan salat sunnah ghoiru muakkad, skor 20.
Jika kelompok tersebut dapat memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap tentang salat sunnah muakkad dan salat sunnah ghoiru muakkad, skor 10.
b. Keaktifan dalam diskusi.
Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi skor 30.
Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi skor 20.
Jika kelompok tersebut kurang aktif dalam diskusi skor 10.
c. Kejelasan dan kerapian presentasi.
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi, skor 40.
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 30.
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi, skor 20.
Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan kurang jelas dan tidak rapi, skor 10.
2. Penerapan Sikap1
Perintah: Berilah tanda centang (✔) pada jenis salat sunnah yang kamu kerjakan, seperti salat Tahajud, salat Witir, salat Duha dan salat Tahiyatul Masjid !
Skor nilai:
Apabila peserta didik melaksanakan empat salat sunnah, skor 4.
Apabila peserta didik melaksanakan tiga salat sunnah, skor 3.
Apabila peserta didik melaksanakan dua salat sunnah, skor 2.
Apabila peserta didik melaksanakan satu salat sunnah, skor 1.
Nilai = Skor yang diperoleh x 100
Skor maksimal
3. Penerapan sikap 2
Isilah kolom berikut sesuai dengan keadaanmu yang sebenarnya ! Kemudian berilah tanda centang (✔) pada jawaban yang kamu sampaikan dengan jujur !
Skor nilai:
Apabila peserta didik selalu mengerjakan salat sunnah rawatib muakkad dan salat sunnah rawatib ghoiru muakkad, skor 9.
Apabila peserta peserta didik kadang-kadang mengerjakan salat sunnah rawatib muakkad dan salat sunnah rawatib ghoiru muakkad, skor 5.
Apabila peserta peserta didik tidak pernah mengerjakan salat sunnah rawatib muakkad dan salat sunnah rawatib ghoiru muakkad, skor 0.
Nilai = Skor yang diperoleh x 100
Skor maksimal
4. Pilihan Ganda
Pilihan ganda: jumlah jawaban benar x 7 (maksimal 10 x7 = 70)
4. Pilihan Ganda
Salat sunah yang hampir selalu dikerjakan Nabi Muhammad SAW disebut ….
Salat sunah fardu
Salat sunah muakkad
Salat sunah istimewa
Salat sunah biasa
Salat sunah dikerjakan pada malam hari dengan jumlah rakaat ganjil, paling sedikit satu rakaat disebut ….
Salat Witir
Salat Tahajud
Salat Istiharah
Salat Hajat
Dikatakan salat sunah rawatib muakkad karena ….
Nabi Muhammad saw. tidak pernah meninggalkannya
Nabi Muhammad saw. selalu mengerjakannya
Nabi Muhammad saw. hampir tidak pernah meninggalkannya
Nabi Muhammad saw. menyuruh untuk Selalu dikerjakan
Salat sunah rawatib ada yang disebut salat sunah rawatib ba’diyah karena ….
Dilakukan menjelang salat fardu
Dilakukan sebelum salat fardu
Dilakukan sesudah salat fardu’
Dilakukan mengiringi salat fardu
Salat sunah rawatib qabliyah ialah salat sunah yang … salat fardu
Dilakukan sebelum
Mengiringi dan mengikuti
Dilakukan di awal
Dilakukan sebelum masuk
Salat frdu yang tidak boleh diikuti dengan salat sunah rawatib ba’diyah ialah ….
Salat Dzuhur
Salat Subuh
Salat Ashar
Salat Subuh dan Ashar
Salat sunah yang dikerjakan pada waktu matahari terbit setinggi tombak sampai menjelang waktu Dzuhur disebut salat ….
Duha
Istiharah
Istisqa
Hajat
Waktu yang utama melaksanakan salat Tahajud adalah di ….
Seperdua malam terakhir
Sepertiga malam terakhir
Seperempat malam terakhir
Seperlima malam terakhir
Salat Witir dikerjakan sebagai … salat malam
Pembuka
Sisipan
Penengah
awalan
10. Shalat yang dikerjakan karena ingin mendapatkan petunjuk memilih suatu perkara adalah…
Duha
Istiharah
Istisqa
Hajat
Uraian:
5. Uraian
Apa yang dimaksud dengan salat sunah rawatib gairu muakkad ?
Apa yang dimaksud salat Tahiyatul Masjid ?
Apa yang dimaksud salat Witir ?
Pada bulan apa salat Tarawih dilakukan ?
Ada berapa macam salat sunah rawatib muakkad ? Sebutkan !
Rubrik Penilaian:
Nilai : Jumlah skor yang diperoleh (pilihan ganda dan uraian) x 100
100
3. Tugas
Skor penilaian sebagai berikut.
a. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya tepat pada waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 100.
b. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 90.
c. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya sedikit ada kekurangan, 80.
4. Mempraktikkan tata cara salat rawatib muakkad/ghoiru muakkad
Contoh format penilaian unjuk kerja :
Praktik salat sunnah muakkad/salat sunnah ghoiru muakkad
Aspek yang dinilai:
a. Niat salat sunnah muakkad/salat sunnah ghoiru muakkad ( Skor 30)
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan niat salat sunnah muakkad/salat sunnah ghoiru muakkad dengan lancar dan tartil, skor 30.
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan niat salat sunnah muakkad/salat sunnah ghoiru muakkad dengan lancar dan tidak tartil, skor 20.
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan niat salat sunnah muakkad/salat sunnah ghoiru muakkad tidak lancar, skor 10.
b. Gerakan salat sunnah muakkad/salat sunnah ghoiru muakkad (skor 20)
Jika peserta didik dapat melakukan gerakan salat sunnah muakkad/salat sunnah ghoiru muakkad dengan sempurna, skor 20.
Jika peserta didik dapat melakukan gerakan salat sunnah muakkad/salat sunnah ghoiru muakkad kurang sempurna, skor 10.
c. Doa sesudah salat duha (Skor 30)
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan doa sesudah salat duha dengan lancar dan tartil, skor 30.
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan doa sesudah salat duha dengan lancar dan tidak tartil, skor 20.
Jika peserta didik bisa melafalkan bacaan doa sesudah salat duha tidak lancar, skor 10.
Nilai akhir yang diperoleh oleh peserta didik adalah sebagai berikut. a. Jumlah skor nilai pada kolom praktik x 40%.
b. Jumlah nilai rata- rata dari kolom “Ayo berlatih” kolom 1, kolom 2, pilihan ganda/
uraian serta tugas x 30 %.
c. Jumlah nilai pada kolom diskusi dan kolom x 30 %.
Nilai akhir = nilai a + nilai b + nilai c
Kunci jawaban: I. Penerapan.
(Kebijakan guru)
II. Pilihan ganda.
1. B
2. A
3. B
4. C
5. A
6. D
7. A
8. B
9. D
10. B
III. Uraian.
Salat sunnah rawatib ghoiru muakkad, yaitu salat sunah yang kadang-kadang dikerjakan Rasulullah SAW. dan kadang kadang tidak dikerjakan oleh beliau untuk mengiringi salat fardu lima waktu, baik yang dilakukan sebelumnya (Qabliyah) maupun sesudahnya (Ba’diyah)
Salat Tahiyatul Masjid, yaitu salat salat yang dikerjakan untuk menghormati masjid.
Salat Witir, yaitu salat sunah yang dilakukan pada malam hari dengan jumlah rakaatnya ganjil, paling sedikit 1 rakaat dan paling banyak 11 rokaat
Salat Tarawih dilakukan pada setiap bulan Ramadan
Salat sunnah rawatib muakkad ada 5 macam, yaitu :
dua rokaat sebelum sholat Dzuhur
dua rokaat sesudah sholat Dzuhur
dua rokaat sesudah sholat Magrib
dua rokaat sesudah sholat Isya
dua rokaat sebelum sholat Subuh
Saran:
Guru harus kreatif mengembangkan soal berikut rubrik dan penskorannya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan mengikuti langkah-langkah yang ada di Bab 1 nomor 5 poin catatan.
G. Pengayaan
Peserta didik yang sudah menguasai materi, mengerjakan soal pengayaan yang telah disiapkan oleh guru berupa makna dari salat sunnah. (Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan).
H. Remedial
Peserta didik yang belum menguasai materi akan dijelaskan kembali oleh guru materi tentang salat sunnah. Guru akan melakukan penilaian kembali (lihat poins 5) dengan soal yang sejenis. Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan contoh: pada saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran (30 menit setelah jam pelajaran selesai).
I. Interaksi Guru Dengan Orang Tua
Guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “Ayo Berlatih” dalam buku teks kepada orang tuanya dengan memberikan komentar dan paraf. Cara lainnya dapat juga dengan mengunakan buku penghubung kepada orang tua yang berisi tentang perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran atau berkomunikasi langsung baik langsung, maupun memalui telepon, tentang perkembangan perilaku anaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar